Nadia dan Nafa berjalan dengan bergandengan tangan dan wajah mereka berdua tampak berseri senang. Saat memasuki warung langgangan bubur ayam Nafa, ternyata di sana sangat ramai. Mang Ujang sang pemilik melihat Nafa dan Nadia kemudian menyuruh mereka duduk di bangku pojok yang masih ada tempat untuk mereka berdua. “Mang Ujang,” sapa Nafa. “Neng Nafa, seminggu mang Ujang tidak bertemu ini kenapa pipi tambah tembem begini.” Pria yang berusia sekitar kepala empat itu mencubit gemas pipi Nafa. “Aku kan anak pintar dan suka makan sayur, jadi aku tambah sehat.” Mang Ujang tersenyum mendengar jawaban Nafa. “Mang, ramai sekali ya hari ini? Biasanya jam segini sudah agak sepi, makannya aku lebih suka datang jam segini.” “Iya, Neng Nadia. Allhamdulillah hari ini ramai sekali. Silakan duduk dulu,

