“Kamu bergantilah baju dulu, biar Nafa akan aku temani sebentar di sini.” “Iya, Bi.” Nadia beranjak dari tempatnya dan masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan Nafa menikmati salad sayur yang ibunya tadi belikan. “Apa salad sayurnya enak?” “Iya, ini enak sekali, Bi, apalagi sausnya.” Gadis kecil itu menikmati salad sayur dengan sangat lahapnya. Tangan wanita paruh baya di sampingnya mengusap puncak kepala Nafa. “Kamu senang sekali dengan sayuran, beda sekali sama ibu kamu.” “Ibu juga suka sayur kok, Bi. Apa aku lebih mirip ayahku daripada ibuku?” ucap polos gadis kecil itu. Bi Ima mengangguk perlahan. “Andai aku bisa melihat ayahku dan bertemu walaupun sebentar dengannya, aku akan sangat senang.” Nadia kembali melanjutkan makannya. “Memangnya apa yang ingin kamu katakan jika kamu bisa bert

