Brian melihat pada kekasihnya dan mengusap lembut kepala Sasa. “Kamu juga akan menjadi mama yang hebat kelak untuk putri kita nanti. Oh ya! Setelah mantan istriku menikah, aku akan membawa Katy ke sini dan kamu tidak akan kesepian lagi, kamu akan bisa bersama dengan Katy dan menjadi mama yang baik buat dia. Aku sangat berharap sama kamu, Sa.” Brian menatap Sasa dan wanita yang dipanggil Sasa itu mengangguk. “Om Brian, kalau anak kecil dalam foto itu datang, apa boleh aku main ke sini?” “Tentu saja kamu boleh main ke sini, Nafa. Kalian pasti akan bisa menjadi teman baik nantinya.” Nafa berpindah tempat dan duduk di sebelah Brian. “Om, kenapa wajah Om dan gadis kecil itu ada kemiripan denganku? Apa Om mengenal ayahku?” tanya Nafa polos. “Maaf, Sayang, Om tidak mengenal ayah kamu, kita mu

