“Kamu harus cerita semua padaku dan aku akan punya banyak waktu untuk mendengarnya.” Nadia memutar bola matanya jengah. Tidak lama pesanan Nadia dan Nafa datang dan Sasa hanya memesan minuman di sana. Sasa tidak lepas memperhatikan wajah Nafa. Bagi Sasa, Nafa gadis yang cantik dan manis, dia bisa membayangkan jika ayah Nafa, yaitu, Fabio yang tidak pernah dia lihat sebelumnya pasti sangat tampan karena putrinya sangat cantik. “Nadia, kita sudah berapa tahun ya tidak berkomunikasi? Aku sebal sekali saat kamu menghilang tanpa jejak begitu saja. Ponsel tidak bisa di hubungi dan aku benar-benar kehilangan keberadaan kamu. “ “Maaf, waktu itu aku benar-benar sedang kalut dan bingung. Aku saja bahkan pergi dari sana seperti orang bingung. Keadaanku waktu itu benar-benar aku sendiri tidak tau d

