Sasa mengkerutkan kedua alis matanya mendengar pertanyaan Nafa yang banyak sekali itu. “Ya ampun! Anaknya Ibu Nadia ini kalau bertanya panjang sekali seperti kereta api, Tante sampai bingung mau menjawabnya.” Nadia sampai terkekeh. “Iya, itu anak tante Sasa, hanya saja dia sekarang ikut dengan mommynya di Paris.” “Hah? Ikut dengan mommynya? Tante, kan, mamanya, kenapa ada juga mommynya?” “Em ... begini maksudnya.” Sasa sampai menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, tapi pusing karena pertanyaan Nafa. “Dia memang anak tante, tapi bukan tante yang melahirkannya, Nafa. Dia lahir dari mommynya dan ayah dia adalah kekasih tante, yaitu om Brian, dan jika nanti tante dan om Brian menikah, anak itu juga akan menjadi anak tante. Kamu paham, kan?” “Oh ... jadi dia nanti akan memiliki dua mama

