Nadia terlihat sangat capek, bagaimana tidak capek dia dari tadi main adu cepat dengan Sasa dan berkali-kali memenangkan pertandingan karena Sasa masih saja tidak terima dengan kekalahannya. “Berhenti sebentar ya? Aku capek.” Nadia napas Nadia tampak naik turun. “Iya kita berhenti dulu, kalau begitu biar Tante ambilkan air minum untuk kalian.” “Aku saja, Sa, biar aku yang mengambilkan.” “Itu juga sepertinya ponsel kamu berdering, Nad.” Sasa melihat dari tepi kolam ponsel Nadia yang diletakkan di atas meja dekat minuman menyala dengan cahaya berkedip-kedip. “Mungkin Bi Ima yang menghubungiku, mungkin dia ingin bertanya apa aku mau makan malam di rumah atau tidak.” Nadia berjalan mengangambil handuknya dan mengeringkan wajahnya, Nadia tidak melihat siapa yang memanggilnya lewat ponsel, d

