Dewa berada di sana selama hampir satu jam,mereka saling bercengkrama dengan santai. Tidak lama ponsel Nadia berdering dan Nadia melihat ada nama Sasa di sana. “Halo, Sa, ada apa?” “Nadia, maaf aku tidak berpamitan pada kamu karena aku tidak mau mengganggu tidur kamu yang tampak nyenyak itu. “ “Iya, tidak apa-apa, terima kasih sudah menjaga Nafa, aku belum bisa membalas budi baik kamu.” “Hadew! Kenapa kamu berbicara seolah-olah aku ini orang lain.” “Nadia, apa boleh aku permisi ke kamar mandi kamu dulu?” tiba-tiba Dewa bertanya pada Nadia. Nadia mengangguk menunjukkan letak kamar mandinya. “Sa, kapan-kapan kita bicara lagi, Ya? Di rumahku sedang ada tamu.” “Itu tadi siapa yang bicara? Apa Fabio? Kamu sedang berdua sama Fabio?” suara Sasa tampak senang. “Huft! Mana mungkin aku menyu

