“Iya bi nanti aku buang jauh-jauh makasih ya nasihat nya bi”
“Iya non sama-sama bibi ganti baju dulu bibi mau masak buat kita nanti makan malam”
Bibi pun masuk ke dalam kamar buat ganti baju sementara aku membuka kulkas dan mau membantu bibi masak. Selesai bibi keluar dari kamar aku pun mulai mau membantu bibi buat masak.
“Bi kita mau masak apa” tanya aku sambil mencuci piring bekas tadi aku makan
“Masak ayam bakar banyak lah non” bibi mengeluarkan ayam dari dalam kulkas sedangkan aku menyiapkan bahan-bahan
“Non kalau di rumah suka bantu-bantu pembantu nya masak juga”
“Iya bi kadang-kadang aku bantu tapi aku kalau di rumah suka di ajak pergi sama-sama mama “
“Oh, aku ke atas sebentar ya bi Liora chat aku nih” aku pun meletakkan Handpone di atas meja kemudian langsung beralri ke atas
“Ada apa” tanya ku yang sedang berdiri di depan pintu kamar Liora
“Ngapain di bawah”
“Bantuin bibi masak” aku menjawab dengan santai
“Ikutan dong” Liora menarik tangan aku dan langsung berlari menuruni tangga
“Bibi aku mau masak” Liora berteriak dari tangga
Bibi pun tersenyum melihat Liora. Aku tahu pasti perasaan Liora itu sangat hancur tapi dia berusaha menghibur diri nya sendiri dengan cara seperti ini.
“Bi yang mana” tanya Liora apa nya yang mana cobak ini anak emang galau banget
“Yang mana apa non” bibi bingung dengan maksud Liora apa
“Oh, belum masak ya bi” Liora melihat aku dan bibi secara bergantian
“Ini baru mau masak”
“Ayo aku bantu” Liora langsung mencuci tangan dan langsung memegang pisau
“Buat apa pisau”
“ Motong cabai” dia mengambil cabai dan langsung di potong-potong
“Liora kita itu mau buat ayam bakar bukan cabai di potong-potong” aku pun mengambil ayam dalam kulkas dan aku cuci
“Oh, salah dong” malah dia buang cabe yang tadi dia potong
“Aduh kan nanti mau buat sambal nya ini cabe bisa di manfaatkan juga kenapa kamu buang mubazir tahu” mengomel-ngomel kepada Liora soal nya sebel banget enggak ngerti apa-apa
“Iya Jenny enggak usah marah juga kali di bawa santai aja relax”
“Terserah kamu”
“Aduh ini mau masak apa mau bertengkar sih katanya mau bantuin bibi masak kok malah berantem” Bibi pun berhenti memotong daun-daun yang mau di jadiin bahan
“Lagi PMS dia bi biasa” Liora pun memotong ayam yang sudah aku cuci kemudian aku memotong sayu buat di rebus
“Sudah-sudah jangan bertengkar”
Aku pun memasak sayur buat di jadikan lauk makan malam nanti. Sedangkan bibi sedang memasak ayam bakar buat makan malam nanti
“Bi, menu makanan hari ini apa aja” tanya Liora sambil mengupas bawang
“Hari ini kita masak, ayam bakar, sayur bening, ikan goreng, tahu tempe bacem, hati goreng, itu aja” jawab bibi banyak banget yang mau di masak
“Bi emang ada orang yang mau datang kesini sampai masak sebanyak itu” tanyaku yang heran kenapa masak nya banyak banget
“Nanti kan ada mama nya non Jenny kesini terus ada non Bella sama maa nya juga mau kesini” kata bibi yang menjelaskan ke aku
“Bella tidur sini juga ya” aku pun senang kalau Bella tidur disini juga enggak nyangka aja bisa tidur rame-rame
“Enggak tahu juga bibi”
“Bella tidur sini ya Ra” Ra itu panggilan Liora
“Iya katanya” Liora mengaduk sayur yang sedang aku rebus
Bella Carissaanak adiknya dari mama aku itu ada lima saudara masing-masing mempunyai anak nya cuma satu sepupu aku itu cewek semua enggak ada yang cowok dan di setiap nama kami ada kata Alexsandria. Kalau aku Jenny CarissaEdward kalau Liora Aurelia Carissakalau Bella Carissaterus yang dua lagi dia atas aku sama Liora jadi Bella itu paling kecil karena mama nya anak terakhir terus yang dua lagi namanya Giyzella Carissadi panggil kak Gigis yang satunya lagi Nicken CarissaYolanda kami di juluki sebagai ratu Carissaentah kenapa kita punya grup tapi cuma kita berlima aja namanya geng tokek enggal tahu kenapa bisa itu namanya mungkin kerena kita belima terus tokek itu nakal ah enggak tahu yang buat namanya bukan aku tapi kak Gigis
Selesai memasak aku dan Liora pun langsung duduk di meja makan dan menunggu kehadiran Bella dan yang lain nya .
“Asalamualaikum” ucap mama ku dan mama Liora beserta Bella dan mama nya
“Waalaikum salam”
“Ayo ma makan” tawar ku kepada mereka
Liora berlari ke atas kerena mau kekamar, aku tahu kok apa sebapnya pasti malas kalo harus berdebat lagi sama mama nya.
“Bel, enggak makan” tanyaku kepada Bella yang sedang minum air putih
“Lagi diet nih kak” Bella tersenyum kepada ku
“Ikut kakak ke atas enggak” aku menawarkan Bella buat naik keatas ke kamar Liora juga tapi enggak tahu dia mau apa enggak.
“Ma aku ke atas dulu ya” pamit Bella kepada mama nya yang sedang makan
Mama nya menggunakan kata-kata wajah dengan cara mengangguk. Kita pun keatas dengan cara berjalan cepat.
“Kenapa lagi kamu sama mama “ Bella melempar bantal ke muka Liora mereka berdua ini suka banget dengan yang namanya berantem udah kayak anjing sama kucin
“Urusin tu mama kamu yang suka nya tiap hari ngomel terus sakit kuping kakak dengar nya” Liora melempar balik bantal itu
“Mama aku” Bella seperti menanya kepada dirinya sendiri
“Iya mama kamu”
“Pala Kamu peang”
Bella merebahkan badan di samping aku sementara Liora sedang duduk di meja rias.
“Kamu tidur sini” tanya aku sambil mengelus rambut Bella
“Iya, Bella tidur disini” Bella pun berdiri dari tidur nya itu
“Kak tolongin aku dong” Bella memohon kepada aku
“Tolong apa, kalo bisa kakak bantu pasti kakak bantu kok santai aja”
“Kak temanin aku kedepan sebentar mau enggak ada yang mau aku beli” maksud nya kedepan itu kedepan lorong di simpang di jalan raya.
“Yaudah ayo”
“Kak aku pergi dulu oke, iya oke” pamit Bella kepada Liora
“Sell, beliin aku makanan ya” Liora menitip makanan dengan aku
Kita pun turun ke bawah dan langsung mau pergi sebelum itu kita pamitan dulu sama mama yang ada di bawah.
“Ma, aku pergi dulu ya ada yang mau aku beli” pamit Bella kepada mama nya
“Iya, hati-hati”
Kita pun pergi ke simpang lumayan jauh sih dari rumah Liora soal nya rumah dia itu paling ujung jadi agak lama.
“Kak” panggil Bella setelah kita udah diatas motor baru mau keluar dari pintu gerbang
“Iya”