Kita pun pulang. Di belakang motor kita ada motor Haikal. "Kamu enggak usah mikirin Fikri lagi, biarin aja dia !" kata Dafik sambil mengambil tangan aku dan kemudian di genggam "Enggak kok, enggak di pikirin !" Aku sudah membohongi Dafik, kalau aku boleh jujur aku kepikiran dengan Fikri "Biarin dia yang bakal nyesel sudah ninggalin berpian cuma demi sampah !" "Iya makasih ya sudah nasihatin !" Di motor pun terasa sunyi, Dafik pokus membawa motor, biasa nya kalau lagi berduaan sama Dafik kita selalu ketawa-tawa di atas motor, tetapi hari ini beda. "Hari ini enggak asik banget ya..." Ucap Dafik saat berada di lampu merah "Iya !" aku menjawab dengan lembut "Kamu mau langsung pulang atau mau makan dulu ?" Tanya Dafik ke aku "Kamu lapar enggak ?" "Iya !" jawab Dafik sambil sedikit men

