“Iya si Nathan lupa maaf sama sih Mamas” kata Fikri berbicara sambil meperbaiki kaca spion motornya “Berarti ada delapan orang perwakilan dari provinsi kita ya” “Iya” Fikri memegang tangan aku setelah aku peluk dia sangat eratrasanya enggak ingin aku lepas karena sayang banget enggak mau kehilangan lagi dulu pernah kehilangan tepi jangan sampai kehilangan lagi deh sudah sayang banget soal nya enggak pengen kehilangan Kita pun menulusuri jalan demi jalan rasanya ingin seperti ini aja enggak mau pulang kalau pun harus pulang Fikri juga ikut sayang banget enggak ingin kehilangan aah baby. “Sayang” panggil Fikri yang sedang membawa motor tapi aku enggak tahu kenapa dia tiba-tiba manggil “Apa” aku melihat ke arah dia, dia juga melihat ke arah aku tetapi enggak tahu mau ngomong apa “Kamu

