Dipta menghela nafas gusar, sepertinya keputusannya untuk mengungsikan Ale ke Bandung, tempat Eyangnya tinggal, merupakan kesalahan besar. Bukannya Ale melupakan Anna, gadis kecil itu malah gencar menceritakan dan memuji muji Anna dihadapan Eyang putri dan Eyang kakungnya. Menceritakan betapa baiknya Anna, Anna yang cantik, perhatian, sayang kepadanya, suaranya bagus dan bla bla bla. "Mommy Anna baik sama Ale, Uti. Mommy Anna juga sayang sama Ale, tadinya Ale pingin Mommy Anna jadi Mommy benerannya Ale, tapi Daddy jahat! Masa daddy bilang Ale ngga boleh ketemu sama Mommy Anna lagi, Ale sayang Mommy Anna, Utiii.." Ale mengakhiri ceritanya dengan terisak dipangkuan Salma sang Eyang putri, membuat wanita paruh baya itu melayangkan tatapan tajam pada Dipta. Dipta men

