Bab Tiga Belas

1966 Kata

Siang ini aku dan Dina memutuskan untuk bersantai di S*******s, sebuah kedai kopi terkenal asal Amerika yang konon menjadi tempat ngopi paling bergengsi di negeri ini karena harga menunya yang relatif mahal untuk segelas kopi dengan aneka ragam variannya. Ini bukan kali pertama buat Dina nongkrong di sini tetapi buatku memang baru pertama kali. Maklum, di kota ini gerainya juga baru dibuka. Aku menyesap kopi latte pesananku setelah sebelumnya cekrak-cekrek lebih dulu dan meng-upload-nya di story wa saat ponsel yang kuletakkan di atas meja bergetar. Benda pipih segi empat itu memang kupasang mode silent, jadi saat ada panggilan masuk atau notifikasi dari akun media sosial, benda itu hanya akan mengeluarkan getar saja. Kuambil benda itu dan membaca notifikasi pada layar yang menampilk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN