Dua Puluh Empat

1391 Kata

"Heh, ngapain kalian ngintipin Alvin? Penasaran seperti apa hidupnya sekarang?" Bu Surti melipat tangan di dadanya, menatapku dengan tatapan sinis dan berbisa. "Yang pasti nggak kayak kamu dong, Vir! Kamu cuma punya toko kecil sedangkan adikku lihat ... dia udah punya toko sebesar itu!" Mbak Yuni memberi isyarat dengan menggerakkan dagunya dengan jumawa ke arah bangunan besar di depan kami itu. Apa? Mas Alvin pemilik toko besar itu? Duit dari mana bisa bangun toko sebesar itu? "Kenapa? Heran? Nggak usah heran! Anakku yang cakep itu memang cocoknya punya istri pengusaha kaya, nggak kayak kamu yang cuma perempuan kampung, Vira! Syukurlah kamu dan Alvin akhirnya bercerai, jadi Alvin bisa segera menikah dengan Meisya!" seru ibu lagi dengan sinis. "Ya, ini undangan buat kamu hadir di pern

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN