Bab Dua Puluh Lima

1404 Kata

Aku dan Dina baru saja pulang saat Bu Sumi menyambut di depan pintu dengan senyum terkembang di bibir beliau. Wajah teduh beliau pun menyiratkan kebahagiaan tak terkira. "Eh, dua anak gadis ibu sudah pulang, gimana tadi suasana di kantor? Happy?" "Alhamdulillah, Bu. Berkat doa Ibu, perusahaan kita makin sukses dan berkembang," sahutku sembari menyalami tangan beliau dan menciumnya dengan khidmat. Di sampingku, Dina mengikuti. "Bukan perusahaan kita sebenarnya, tapi perusahaan kamu, Vir. Aku 'kan cuma pegawai hehe," koreksi Dina sembari melepas tangan ibu dan tertawa lebar. "Lebay ah! Sama ajalah, kalau nggak ada kamu belum tentu juga perusahaan yang aku bangun ini bisa berkembang pesat seperti sekarang ini. Iya kan?" Aku menyahut dengan jujur. Ya, kalau tidak ada Dina, belum tentu peru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN