"Sa-ya tidak akan mencabut laporan. Se-belum Astrid membatalkan niat per-ceraiannya ..." sambung Mas Ronald terbata-bata. Wajahnya begitu menyedihkan, menatap iba kearahku. Aku menatap jengah, masih saja dia menginginkan aku mencabut gugatan cerai. Apa pukulan Papahku tidak bisa menyadarkannya, bahwa kami memang tidak bisa bersatu kembali? "Kurang ajar!!" geram Papah. Bugh!! Papah kembali melayangkan tendangannya, hingga Mas Ronald terjengkang dan tersungkur mencium lantai. Nafas Papah naik-turun, benar-benar kelewat marah dengan Mas Ronald. Aku bahkan belum membeberkan kelakuan busuknya lebih dari itu. Masalah dia menikah lagi di belakangku, jika Papah tahu, bisa tewas di tempat Mas Ronald. "Berhenti Pak!!" teriak petugas. "Jika Bapak tak mau mendengarkan saya, terpaksa Bapak tidak

