bab 16. Percaya Diri..

1680 Kata

Selesai makan dan membersihkan badan, kami langsung menuju peraduan. Setelah mencium keningku, Astrid menarik selimut hendak menutup mata. "Mah ...." "Apa, Yah?" tubuh Astrid bergeliat, lalu meringsek memelukku. "Itu ... mm, gimana ya cara bicaranya," aku menggaruk kepala. Membuat Astrid mendongkak kearahku. "Bicara saja?" ucapnya. "Ibu ... dia kepingin kalung katanya," ucapku kemudian. Astrid menghela nafas, lalu memejamkan mata. "Beli saja, buat orangtua jangan terlalu perhitungan. Harga kalung berapa sih?" sahutnya. Senyumku mengembang seketika, Astrid memang sangat baik hati dan pengertian pada keluargaku. Tak salah memang, aku sudah menjadikannya seorang istri. "Sudahlah, Mah kali ini tidak usah, Ibu terlalu merepotkanmu," pancingku ingin melihat reaksinya. "Jangan bicara be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN