bab 17 - Musnah Sudah!

1705 Kata

Gawai berbunyi nyaring, nama Raka tertera didalam layar. "Mas ..." suara manja perempuan yang aku rindu, memenuhi pendengaran. "Apa sayang?" balasku lembut. Ya ... Raka adalah nama untuk Sekar di gawaiku. Tak mungkin aku menuliskan namanya, bisa banyak pertanyaan nantinya. "Kapan kekosan ... kalau terlalu lama bisa berjamur aku," nada suaranya terdengar merajuk, namun gemas ditelinga. Sudah empat hari ini aku tidak menemuinya, aku mau mencari aman dulu dari mertua. Papah itu sangat keras, berbeda sekali dengan anaknya yang lemah lembut. "Sabar ... ini juga demi kebaikan kita," sahutku. "Nanti Mas pikirkan, bagaimana caranya agar kita bisa bertemu setiap hari," sambungku, setelah mendengar dengkusan kesal dari ujung telepon. "Mas ... bagaimana kalau aku melamar kerja ditoko matrial?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN