bab 18 - Mulai Cemas.

1432 Kata

Mata mengejrap pelan, lalu mengedarkan pandangan keseluruh ruangan. Ssss .... Sakit langsung menyerang kepala, mata kembali tertutup, tak sanggup terbuka karna rasa perih yang begitu luar biasa. "Astaga apa yang terjadi!" teriakan Ibu terdengar ditelinga. Tak lama sentuhan tangan mendarat diwajahku. "Siapa pelakunya!!" geram Ibu. Suara tangis Sekar terdengar, dengan sekuat tenaga aku membuka mata. "Ibu ... huhu," Sekar menangis pilu. "Argh..." "Ro-nald," wajah Ibu yang pertama kali aku lihat. Gurat kecemasan tergambar jelas diwajahnya. "Air ..." lirihku. Ibu langsung meraih botol mineral dan membukanya, lalu memasukkan sedotan kedalamnya. Tenggorokan yang semula kering, kini terasa lega seirama dengan air yang mengalir melewati tenggorokan. "Siapa? Siapa yang berani melukaimu?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN