bab 27 - Astrid Durhaka.

1480 Kata

Menikmati terik matahari yang tidak terlalu panas, kaki melangkah menuju bibir pantai. Pasir basah kini menyentuh kulit, angin segar yang terasa hangat menampar rambut dan wajahku. Sejenak melepas penat dari kehidupan yang kini menjengkelkan, melepas sesak dirongga d**a dengan mengedarkan pandang kesetiap sudut pantai. Keindahan alam mampu membuat hati merasa lebih baik, kuharap angin pantai serta deburan ombak mampu membawa segala perih yang tersimpan disanubari. Kaki kembali menjelajah, menginjak pasir putih yang meninggalkan jejak dikulitku. Bibirku terkulum, melihat anak-anak bermain dengan ceria tanpa beban. "As ..." suara Mas Ronald terdengar ditelinga aku menghentikan langkah, berdiam diri ditempat. "Sampai kapan kita terus seperti ini," suaranya pelan, namun mampu mengalahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN