Sebulan berlalu begitu saja, kehidupan berjalan seperti biasa tidak ada yang menarik apa lagi special. Mas Ronald masih betah dengan muka temboknya, selama hidup dirumah dia berusaha memperbaiki hubungan dan merebut perhatianku, meski aku mengacuhkan itu semua. Mas Ronald seakan tak kenal lelah, meski aku bersikap keras dan menganggapnya tak ada, dia selalu sabar dan terima dengan segala perlakuanku. Sebelum pulang kerja aku sempatkan diri mampir ketoko mainan dan kerestoran memesan makanan untuk Naura. Sesampainya dirumah kulihat Ibu mertua sedang bermain dengan Naura, ditemani Mas Ronald. Hatiku benar-benar mencelos melihatnya, dulu Ibu bahkan tak menganggap Naura cucunya. Buat dia cucu perempuan tidak bisa dibanggakan. Melihatnya yang mendadak ramah dengan Naura, membuat hati berbur

