Part 17 Nasi Goreng Ikan Teri “Katakan cepat! Apa password handphone yang baru? Abang mau ponsel ini yang hancur atau wajah Abang yang saya cabik-cabik? Heh!?” teriakku dengan sekuat tenaga. Rasanya aku sudah tidak memedulikan apa kata orang di luar sana. Malam-malam aku berteriak bagai orang kesetanan. “I-itu, Puspa. Password handphone Abang, dua istri.” “Apa? katakan sekali lagi?” Aku melotot mendengar jawaban Bang Ramon. “Dua istri.” Bang Ramon menunduk. Di tengah rasa emosiku yang memuncak, harus kupastikan jawaban dari suamiku adalah benar. Dua istri Cling Layar utama terbuka. “Abang beneran mau poligami? Hah? Satu saja Abang tidak becus mengurusnya, gimana dua istri? Abang jangan bercanda ya, Bang. Ini nggak lucu!” Bugh! Kudorong kuat tubuhnya agar menjauh. Bang Ramon tidak

