Asgar menepikan sepeda motornya di tepi jalan, tepat di dekat gerbang rumah Delika. Asgar melepas helm yang dipakainya, lalu menerima helm yang dipakai Delika. Keduanya saling bertatapan sesaat, tanpa bicara. Delika yang lebih dulu mengalihkan tatapannya ke arah lain sambil tersipu malu. Kedua mata Asgar memang begitu indah, sampai-sampai ia pun terhipnotis karenanya. "Aku langsung pulang aja ya. Takut ganggu keluarga kamu," kata Asgar. Delika mendadak lesu. "Tapi, aku masih kangen sama kamu." "Besok kan ketemu lagi," kekeh Asgar. "Nanti aku telpon deh, biar kangennya hilang." Delika mencubit lengan Asgar pelan sambil terkekeh malu. "Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya." "Pasti. Ya udah, kamu masuk duluan sana. Biar aku lihatin dari sini." "Ngapain dilihatin?" tanya Delika. "Ya mana

