Sekitar pukul 13.00 siang, Dehan tampak memasuki rumah sambil menghela napas berat. Dehan pulang tidak sesuai dengan perkiraan Ben di awal. Harusnya, Dehan dijadwalkan pulang esok harinya. Tapi hari ini, Dehan tiba-tiba pulang dengan wajah yang sedikit murung. Dehan juga terlihat kelelahan dan tidak bersemangat sedikitpun. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa sambil memijat pelipisnya yang terasa sakit. "Ck! Sial!" Dehan mengumpat kesal. Entah apa yang sedang dipikirkan Dehan hari ini. Yang jelas, sikapnya itu membuat sang istri merasa khawatir dan segera menghampirinya sambil membawa segelas kopi. "Sayang, kamu kenapa?" tanya Alika sambil memijat kepala Dehan. Dehan membuka mata, lalu menatap istrinya dengan tatapan lelah dan putus asa. Ia pun menjawab dengan nada lemah, "Proyek kali ini

