Pagi ini, Delika sudah siap untuk berangkat ke kampus bersama Satria. Delika sengaja menghubungi Satria kemarin malam, karena ia menghindari ajakan dari pria yang menjadi penyebab keretakan hubungannya dengan Asgar. Kedua mata Delika tampak sembab pagi ini dan itu bisa dilihat dengan jelas oleh Alika. Meskipun Delika sudah berusaha menutupinya. Saat hendak beranjak dari kursinya, tangan Delika ditahan oleh Alika. Delika pun kembali duduk dan menatap Ibunya. "Kenapa, Ma?" "Harusnya Mama yang tanya. Kamu kenapa? Kok matanya sembab gitu? Kamu abis nangis ya?" tanya Alika. Delika menggeleng. "Enggak kok, Ma." "Jangan bohong," ucap Alika. "Mama nggak pernah ngajarin kamu berbohong loh." Delika terdiam sambil tetap menatap Alika. Airmatanya sudah menggenang di pelupuk mata, seolah ia tak ma

