Keringat dingin membasahi kening Darren. Ia takut—sangat takut melihat Zeline kesakitan. Tangannya pun digenggam sangat erat oleh sang istri. Tidak lama, terdengar suara tangisan bayi. Bayi merah terlihat oleh mata Darren membuat pria itu tak bisa berkata-kata. Zeline tersenyum lemah. Sementara Darren sudah menangis haru. Perasaannya campur aduk. Rasa syukur terus ia panjatkan. Bayi merah itu adalah putrinya. Tidak terbayang bahagianya. Bayi merah nan cantik rupawan itu bernama Nindy Verina Mahaprana. Apa kalian tahu keluarga Mahaprana jarang mendapatkan keturunan perempuan? Dan Nindy salah satu di dalamnya oleh karena itu terselip nama Mahaprana di sana. "Cucu nenek cantik sekali." Rossy tak henti-henti berkata demikian. Rossy dan Broto bahkan berebut menggendong Nindy. Wajah Nindy

