LUKA Bab 22

1703 Kata

"Ini benar kamu, Nak," ucapnya lagi, kemudian menghambur memeluk dan menciumku. "Au," rintihku pelan saat tanpa sengaja wanita itu menyenggol tanganku yang terluka. "Ka ... kamu juga terluka?" Wanita itu memindaiku sambil memundurkan tubuhnya. "Cuma lecet sedikit, Ma." Aku mengangkat pelan tanganku menunjukkan lukaku. Melihatku bicara dengan orang lain, tampak Pak Ryan bangun dan kemudian berdiri. Pria itu berjalan pelan menghampiriku. "Ini, siapa?" tanya Mama Sari saat melihat Pak Ryan yang sekarang berdiri di sampingku. "Saya calon suaminya Kayana," jawab Pak Ryan, tangannya terulur. Sedikit ragu Mama Sari menyambut tangan Pak Ryan. Sesaat kemudian terlihat Ayah Mas Dipta ikut menghampiri. Aku langsung mencium pungung tangan Ayah Herman saat pria itu berdiri du depanku. "Bagaimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN