LUKA Bab 31

1404 Kata

Prilly melihat ke arahku, aku pura-pura mengibas bajuku dengan tangan, dan tak memperhatikannya. Aku tau apa yang gadis kecilku itu sedang pikirkan. Pasti tentang apa yang baru saja di sampaikan Mas Dipta, papanya. "Mama marah?" tanya Prilly, yang akhirnya memaksa aku untuk tetap meresponnya. Sesuai dengan pemikiranku dan aku menggelengkan kepala sebagai jawaban. "Nggak," jawabku kemudian dengan memaksakan sebuah senyuman untuk Prily. Prilly tersenyum, meraih tanganku dan tangan mas Dipta kemudian menyatukannya. Yang aku takutkan terjadi, aku tak punya penjelasan yang bisa diterima anak seusia Prilly, dan dengan Prilly aku lemah. "Mama, Papa, Ly suka sekali, kalau kita sama-sama terus," ucapnya kemudian senyum manis terkembang di wajah gadis kecilku itu. Aku sesaat terdiam menurut aga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN