“Mam … aku mau adiknya nanti cewek,” ucap Prilly sambil mengusap perutku, senyum menghias bibir mungil itu. “Papa maunya cowok.” Mas Ryan yang baru datang langsung ikut menimbrung. “Cewek, Pa. biar nanti main barbie sama aku.” Prilly merenggek, “Iya kan, Mam?” “Cowok sayang, biar nanti papa ajakin main bola,” timpal Mas Ryan tidak mau menggalah. Bisa dipastikan beberapa detik kemudian kedua bayi besar itu sudah ribut dan berebut jenis kelamin bayi yang masih berada dalam perutku dan belum mau menunjukkan pada kedua orang tuanya akan jenis kelaminnya. Aku hanya memutar mata dan mengikuti saja ketika bahuku ditarik ke kiri dan ke kanan oleh papa dan anak itu. “Mama … papa nakal, aku maunya adiknya cewek. Kan kayak kita nanti ya, ma?! Tim cewek, biarin papa sendirian.” Prilly mulai menca

