“Ada masalah apa?” tanya Mama saat aku masuk bersama Mas Ryan yang wajahnya masih nampak sekali kesal. Aku hanya mengangguk lalu ikut duduk di ruang tengah tempat orang tuaku berada, begitu juga Mas Ryan yang duduk di sampingku. “Prilly mana?” tanyaku kemudian pada mama yang duduk di depanku. “Ganti baju sama Oma Jani.” Mama menjawab sambil menunjuk ke arah tangga dengan dagunya. “Prilly nggak jadi pergi sama Dipta?” Aku menggeleng, “Nggak … nanti biar keluar sama kami saja.” Rasa kesal masih aku rasakan karena perdebatan barusan, aku meminta Mas Dipta untuk pergi daripada Prilly melihat orang tuanya bertengkar. Tidak mudah memberi pengertian kepada pria keras kepala itu, bahkan sampai dia pergi pun tetap saja dia tidak mau memahami. Mas Ryan juga terlihat berusaha keras menahan dir

