LUKA Bab 51

1401 Kata

"Apa aku barusan bermimpi?" Aku dan Mas Ryan masih bergelung dengan selimut yang sama. Deru napas yang tak biasa terdengar meski hanya sisa. Aku menggigit bibir pelan pipiku menghangat mengingat apa yang baru saja aku lakukan. Lekas kusembunyikan wajah dengan menarik selimut menutupi sampai kepala. Huft … bagaimana bisa aku seperti tadi, tapi semua terjadi begitu saja. "Hai … aku suka, Sayang." Mas Ryan menarik selimut yang menutupi kepalaku. Aku menahannya hingga hanya sampai mata saja yang terlihat. "Aku suka, Sayang. Serius …." Sebuah kecupan mendarat di keningku. Wajah putihnya masih memerah dan untuk sesaat kami beradu pandangan. Senyum merekah sebelum Mas Ryan mengacak rambutku gemas dan menarik kepalaku dalam dekapannya. Diciumnya berkali-kali puncak kepalaku. Memang kami bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN