"Pagi sayang," sapa Mas Ryan. Sebuah kecupan Ia singgahkan di keningku. "Bangun, sholat dulu." Terdengar lembut sekali suara suamiku itu. Tak seperti biasanya hari ini aku terlambat bangun. Mas Ryan malah sudah lebih dulu bangun dari pada diriku. "Lagi," pintaku melihat sebentar dengan mata menyipit, kemudian kembali memejamkan mata. Sebuah kecupan mendarat bertubi - tubi. Mulai dari kening, pipi, bibir, hidung dan dagu. Senyumku tercetak lebar, masih dengan mata terpejam. Tiba - tiba Mas Ryan mengangkat tubuhku. Aku tertawa seketika. Dia menurunkanku di depan pintu kamar mandi. Aku kemudian memeluknya, entahlah hari ini aku benar - benar ingin dimanja. "Lagi pengen ya?" godanya, seketika aku mengangkat wajah dan menggeleng. Senyum jahil nampak di wajah tampan itu. Selalu saja sepert

