LUKA Bab 26

1503 Kata

Mas Dipta dan kedua orang tuanya, sudah berdiri di depan pintu. Prilly yang mengekor di belakangku tadi, kini berdiri di depanku, dia tertegun melihat sosok Mas Dipta yang juga menatapnya. Dadaku terasa sesak, bukan aku ingin menyembunyikan Prilly, tapi aku tak berharap pertemuan terjadi secepat ini. Mama Mas Dipta terlihat menahan tangis, wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangan, mungkin agar isaknya tak terdengar. Aku bergeming, berdiri kaku, perasaanku sangat kacau saat ini. Mama langsung meraih Prilly, dan memeluknya, gadis kecilku itu nampak bingung dengan situasi yang terjadi. Mas Dipta melihat Prilly dengan mata berkaca-kaca kemudian terduduk di lantai. "Sayang, ini papa," ucap Mas Dipta kemudian, tangannya terulur. Prilly terlihat semakin bingung. Gadis itu menatap ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN