Sepertinya ada sesuatu, yang terjadi diantara mereka. Wajah berbeda justru ditunjukkan pria itu, dia terlihat malas, lebih tepatnya tak suka melihat perempuan cantik itu. Dengan sengaja Pak Ryan juga tak melepas genggaman tangannya. "Siapa dia?" tanya perempuan yang oleh Pak Ryan di panggil Bu Rahma itu. "Kayana, calon istri saya," jawab Pak Ryan. Wajah perempuan itu berubah. "Operation head?" Bu Rahma mendelik melihatku. Aku mengangguk pelan saat dia menyebut posisiku. Dia mengenalku, entahlah aku baru kali ini melihatnya. "Oh, ini yang sering membuat Pak Restu berkunjung ke sini," ucapnya kemudian. Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang dibicarakannya. Perasaanku merasa tak enak dengan kehadiran perempuan ini. Dia beranjak pergi saat ada seorang perempuan lain memanggil nya. "S

