Wanita bernama Fanny itu setengah berlari, menghampiri Mas Ryan. "Boleh minta nomor WA nya?" tanya Wanita itu, setelah berada di samping Mas Ryan. "Boleh, nomor WA saya ya?!" Aku menyahut, sebelum Mas Ryan menjawab. Part 48 "Mau nomor WA saya? Kan sama saja," ulangku lagi. Wanita itu menoleh ke arahku, wajahnya sedikit memerah. Dia sama sekali tak membalas perkataanku wanita aneh. Tangan kanannya mengambil sesuatu dari saku dadanya, sebuah kartu nama ternyata. "Ini Mas, kartu nama Fanny." Wanita itu memberikan kartu namanya ke Mas Ryan. Aku langsung menyahut kartu nama itu dari tangan Fanny, saat Ia menyodorkan ke Mas Ryan. Mas Ryan hanya terdiam melihat kelakuanku. "Terima kasih, Fanny." Kembali sebuah senyum paling manis aku berikan padanya. Tidak akan aku berikan sedikitpun kes

