POV Eyang Irgi Aku belum menceritakan semuanya pada mereka. Namun, dokter yang menangani Irfan telah keluar dari ruangan tindakan. “Itu Dokter keluar dari ruangan,” celetuk Anggi sembari menunjuk ke arahnya. Kami pun menoleh dan menghampirinya. Ceritanya dilanjutkan nanti lagi ketika suasana sudah mulai mencair. Saat ini suasana sungguh amat tegang. Setelah beberapa hari kami mengharapkan pelaku penusukan ditahan, kini justru ada musibah lagi tertuju pada Irfan. “Bagaimana, Dok?” Kami bertiga tetap mencemaskan Irfan, meskipun ia adalah bukan siapa-siapa keluarga Pratama. “Pak Irfan hanya ada pengelupasan di wajah, matanya agak ketutup sedikit sebelah kiri tapi retina masih aman, mungkin tadi Pak Irfan menutup matanya ketika peristiwa itu terjadi, di tangannya juga agak melepuh,” jawa

