POV Irfan “Baiklah, kita ke rumah sakit tempat Karin dirawat sekarang juga,” ajakku pada papa. Kemudian papa memerintahkan Rendi untuk turut ikut bersama kami. Kami pamit pada Anggi dan orang tuanya. Tidak lupa meminta Anggi untuk tidak cemas agar cepat pulih. Kami pun bergegas dengan menggunakan mobilku. Namun, Rendi yang mengendarai mobil. Dengan kecepatan tinggi, hanya kurang lebih tiga puluh menit saja kami telah tiba di rumah sakit. Ketika sudah sampai, pertama yang kami kunjungi adalah kamar inap Karin. Sebab, dari awal pembicaraan mama, yang mengejarnya adalah bodyguard dari lelaki yang mengunjungi Karin. Akan tetapi, apa yang kami harapkan tidak didapat dengan mudah, Karin masih tetap merahasiakannya. Padahal aku yakin ia tahu akan hal ini. Sampai akhirnya di depan ruangannya

