Bab 36

1219 Kata

POV Anggi “Papa!” teriakku terkejut. Ternyata ia menyusul kami ke sini. Mungkin papa juga penasaran dengan apa yang kami sembunyikan. “Kaget? Maaf ya,” ucap Papa Angga sambil meraih punggung tangan eyang lalu mengecupnya. “Takut campur kaget, Pah. Aku takut Pak Alex ke sini,” jawabku sembari gantian mengecup punggung tangannya. Jujur saja aku ingin jadi penengah atas perseteruan yang salah paham ini. Sebab, semua takkan ada habisnya jika menuruti dendam, apalagi motif Pak Alex salah sasaran. Ini harus diluruskan dengan segera. Aku meraih ponsel lalu coba menghubungi Ratih. Namun, kontak yang ia berikan sedang di luar jangkauan. Sepertinya mereka memang sedang berada di luar rumah. Aku menarik pergelangan tangan mereka berdua, sebab rumah yang kami kunjungi ternyata tidak ada orangny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN