POV Irfan Hatiku hancur ketika tahu bahwa aku bukan darah daging Papa Angga. Rasanya harapan menjadi penerus keluarga Pratama sirna dan hancur. Kini aku bukan siapa-siapa keluarga Pratama, pasti setelah ini mereka akan menendangku jauh-jauh, apalagi Anggi yang telah disakiti ternyata ia adalah anak Papa Angga. Pantas saja selama aku menikah dengannya, tidak pernah sekalipun Papa memarahinya, ternyata ini alasan yang selama ini ditutup-tutupi. Setelah ini, Anggi akan bertepuk tangan, lalu mengusirku dengan penuh kebahagiaan. Ia pasti tertawa dengan apa yang pernah kulakukan padanya. ‘Ya Tuhan, hamba sangat menyesal telah mengkhianatinya, adakah kesempatan satu kali lagi untuk mengobati hatinya yang luka?’ gumamku dalam hati. Setelah Papa menceritakan sedikit intinya, kami malah diusir o

