Bab 25

1205 Kata

POV Anggi “Pah, jangan gitu ah, memangnya Pak Alex tak punya hati nurani sampai nekat menghilangkan nyawa Karin beserta bayi yang di kandungnya?” Aku berusaha menghilangkan perasaan menduga-duga yang tidak jelas pada Papa Angga. “Ya, memang terlalu jahat sih kalau itu memang benar, tapi tidak ada salahnya kita berhati-hati terhadap Alex,” jawab Papa Angga. Kami semua duduk, tidak langsung ke rumah sakit yang disebutkan pihak kepolisian. Kulihat Mas Irfan mengecup jarinya seraya cemas. Lalu mata ini pindah menatap wajah Mama Gita yang sama seperti Mas Irfan. “Kalian khawatir dengan bayi di kandungannya Karin?” tanyaku menyoroti keduanya. Kemudian, Mas Irfan membuang jarinya dari mulutnya lalu menghampiriku. “Tidak seperti itu, aku memikirkan apa kecelakaan ini disusun rapi oleh Pak A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN