POV Karin Kali ini aku dipaksa ke rumah sakit. Pak Alex terus menerus mengancam ketenangan keluargaku. Sebenarnya lelah menjalankan tugas seperti ini. Rasanya ingin kusudahi semuanya. “Kamu harus mengalihkan mereka di rumah sakit, aku ingin acak-acak kantornya,” suruh Pak Alex. Aku menghela napas berat. Sebenarnya ia sudah terlalu banyak membuatku ikut masuk pada dendam yang ia pendam. “Baik, Pak, setelah ini, saya mohon, izinkan saya pergi dan tidak ikut campur lagi dengan urusan Pak Alex. Kasihan keluarga saya,” lirihku. Seandainya Pak Alex melepaskan aku, rasanya lelah melakukan tugas yang tidak sesuai dengan hatiku. Ya, aku benar-benar sudah mencintai Mas Irfan. “Selesaikan tugasmu, uang yang saya berikan sudah terlalu banyak, masih belum cukupkah?” tanya Pak Alex. Kalau disuruh

