POV Anggi Ada sesuatu yang menjanggal ketika aku menyebut nama Irgi Pratama. Bu Retno tampak berkaca-kaca ketika aku menyebut nama eyang. “Di mana Irgi? Kamu siapanya Irgi?” tanyanya penuh selidik. Sederet pertanyaan ia lontarkan untuk menutupi rasa penasaran. Tiba-tiba suster keluar dari ruangan, dan memanggil namanya untuk bergiliran konsultasi. “Pasien Retno!” teriak suster. Kemudian, Ratih berdiri, lalu menggandeng tangan mamanya. “Mbak, aku ke dalam dulu, jangan ke mana-mana, ya. Nanti kita lanjutkan lagi,” pesan Ratih ketika hendak melangkah. Kemudian, Bu Retno terlihat mengangguk sambil tersenyum tipis. Ia melangkah ke depan. Namun, raut wajahnya masih menoleh ke arahku. Kemudian, Bu Retno melambaikan tangannya. Ada yang kulupakan, yaitu meminta kontak yang dapat dihubungi.

