Sosok tinggi itu menjulang dalam kegelapan, sepasang mata batu rubynya berkilat indah tak bisa ditutupi bayang-bayang hitam. Dia menangkap pantulan dirinya pada cermin kaca tua berlapis emas lazuli dihadapannya. Tampan, Tinggi, Pucat, Dan mempesona.... Dipadu kelicikan, dia yakin bisa mendapatkan segala sesuatunya sesuai rencana. Pintu kamarnya dibuka tanpa pemberitahuan dari luar, Pria tersebut menoleh, meski kesal dia tak memperlihatkan hal itu diwajahnya. “ Maafkan saya karena tidak mengetuk dulu" tukas sosok bertudung merah dengan nafas terengah-engah menekuk lututnya diatas lantai marmer merah indah bercampur pendaran batu ruby. “ Permintaan maaf diterima" kata si
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


