Aku terjaga diatas ranjang disamping Patt hingga dia terbangun, mata hijaunya menatapku indah. “ Selamat pagi, cantik" bisiknya lembut ditelingaku. “ Bagaimana kondisimu?" tanyaku memamerkan senyum simpul. Dia tersenyum lebar, matanya memancarkan kebahagiaan utuh. “ Terbaik dalam hidup. Terimakasih padamu" Aku tertawa pelan. “ Untuk membuatmu tetap hidup?" Patt diam sejenak, matanya menatapku intens sangat lama. Kemudian dia bergerak memelukku erat dalam keadaan masih bertelanjang d**a. Seketika badanku memanas karena tubuhnya, kulitnya memenuhi seakan takkan pernah mau lepas, jantungnya berdebar kencang dalam hati aku bersyukur karena itu pertanda dia sudah kembali menjadi manusia normal. “Terima

