Rian baru saja keluar dari kamarnya dan menghampiri putra bungsungnya yang duduk di ruang keluarga dan sedang fokus menonton salah satu siaran televisi. Ia ikut bergabung dan ikut mencomot cemilan yang sedang Hernan nikmati, “Tumben tuh kakakmu pulang” “Kakak? Geo?” tanya Hernan sambil menatap Papanya dengan alis yang mengernyit. Rian menoyor kepala Hernan dengan bibir yang mencebik kesal, “Memangnya siapa lagi kakakmu? Orang Papa sama Mama cuma buat satu” “Lah, serius dia pulang? “Iya” “Kok aku nggak lihat padahal udah dari tadi di sini?” “Dia datang sebelum kamu pulang kerja tadi” jelas Rian. “Di mana dia?” “Di kamarnya. Dia nggak mungkin kangen sama kita kan?” tanya Rian dengan ragu. Jelas saja ia heran dengan kedatangan Geo yang bisa dihitung dalam setahun hanya tiga sampai li

