"Nggak makan siang dulu? Kasihan nih anak-anak nanti laper" tanya Rafa saat sedang mengemudikan mobilnya menuju salah satu pusat perbelanjaan sesuai dengan keinginan Sharon semalam. Mengingat jam yang sudah menunjukkan angka 12, ia jadi berpikir untuk makan siang lebih dulu karena ia tahu kalau kekasihnya itu sering kali tak ingat waktu kalau sudah urusan belanja, sementara saat ini mereka tak mungkin mengabaikan keberadaan Vano dan Vino yang mudah lapar. "Iya, cari makan dulu lah" ujar Christa setuju. Ia paling mengenal anak-anaknya itu dengan baik. Kalau lapar, Vano dan Vino akan terus mengeluh padanya untuk segera makan. "Itu tuh, berhenti di cafe yang pelangnya besar itu" tunjuk Sharon. Rafa menurut dan memarkirkan mobilnya dengan rapi. "Kita mau makan Ma?" tanya Vano sambil memeg

