Setelah pertemuan itu, Rumi menyiapkan hatinya dengan mantap untuk tidak lagi 'baper' sama Ilham, dan memberi jarak antara mereka, fikirnya agar tidak terlalu sakit jika nanti Ilham benar-benar berijab qabul disamping Haida. Perempuan yang ia temui tadinya terlihat tegar, namun sebenarnya sangat terpuruk karena keadaannya, mungkin dengan kedatangan Ilham dihidupnya bisa memperbaiki semua, menyembuhkan yang pernah dilukai oleh laki-laki tidak bertanggung jawab. "Assalamualaikum." Seorang laki-laki turun dari mobil dan mengucap salam dari depan pagar. Sepertinya dia pernah melihat laki-laki itu, tapi dimana... "Waalaikumsalam warrahmatullah, Akhdan." Rumi baru ingat, dan dia segera berlari untuk membuka pintu pagar. Akhdan tersenyum. "Bagaimana kamu tahu rumahku?" Tanya Rumi dengan

