PART 23 Hubb dan Wudda

1179 Kata

"Kenapa beberapa hari ini, kamu sulit sekali dihubungi Mi?" Laki-laki itu mulai membuka pembicaraan setelah beberapa waktu dua orang dalam satu meja itu terdiam, ada rasa kecanggungan tersendiri diantara mereka. "Apa karena kata-kata terakhirku ketemu sama kamu?" Hampir saja pertanyaan laki-laki itu membuat jantung Rumi mencelos, salah kalau Ilham dibilang laki-laki tidak peka, karena nyatanya dia begitu pintar menerka apa yang terjadi, namun dia tidak pernah sadar dengan rasa dan keberadaan Rumi. "Tidak, aku tidak pernah mempersalahkan itu. Wajar kalau seorang teman yang sudah bahagia, juga menginginkan temannya bahagia." Jawab Rumi tenang, menutupi dirinya yang sebenarnya sedang gugup. Dia takut kalau terus-terusan bersama Ilham, kegugupannya akan ketara. Tapi ada satu hal yang diha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN