Hari ini sungguh melelahkan. Beberapa kali aku dan Marta mendapat omelan dari Bu Laras—atasan kami, karena kurangnya ketelitian kami membuat laporan. Terlalu banyak missed antara barang masuk dan barang keluar. Belum lagi driver kami yang salah mengirim barang, membuat kami kena getahnya. Karena memang aku dan Marta juga sebagai penanggung jawab pengiriman barang. "Lain kali tolong di cek lebih dulu, Anyelir, sebelum mengirimkannya ke Mr. Yoo. Beliau marah besar, karena ini adalah brand ternama," tekan Bu Laras yang tengah membahas email yang kukirimkan pada bos besar ternyata banyak yang keliru. Dan aku hanya mengangguk pasrah. Tanpa diberitahu lagi pun, aku sudah tahu jika Victoria Secret adalah brand ternama. Tapi, mau bagaimana, aku yang sedang banyak pikiran sehingga berimbas pa

