Marco kemudian berjalan di lorong rumah sakit tersebut entah kenapa setiap dirinya tiba di bangunan bernuansa putih dengan bau obat yang sangat menyengat tersebut jantung nya terus berdebar dengan cepat banyak kenangan yang tidak mengenakan yang selalu dia dapat karena tentu saja sudah berapa kali dirinya membawa Letta ke rumah sakit dengan kondisi tubuhnya yang selalu membuat jantungnya seolah akan berhenti saat itu juga, namun kali ini berbeda ketika jantung itu seolah terasa mendebarkan dengan rasa yang terasa hangat bahkan sedari tadi Marco terus menorehkan senyum pada bibirnya sesuatu yang terasa menyenangkan di setiap langkahnya karena akan bertemu dengan Letta yang selalu akan menyambutnya dengan senyuman manis membuat Marco kadang terlalu sulit untuk mengontrol senyum nya tersebu

