Letta menatap ke arah pantulan cermin besar di hadapannya yang kini memperlihatkan dirinya yang sudah terbalut gaun putih yang melekat pada tubuhnya membuat Letta tidak henti-hentinya menatap Apakah pantulan cermin tersebut adalah benar-benar dirinya atau bukan, wajah yang dibalut make up tipis namun membuat Letta bahkan tidak mengenali wajahnya sendiri apa sebegitu lama kah dia tidak merias dirinya membuat Letta menarik sudut bibirnya, beberapa tahun sebelumnya Letta pernah membayangkan pernikahan impiannya dengan Abian yang mereka rencanakan pernikahan sederhana dengan beberapa teman di sebuah kebun yang luas tidak ada banyak pernak-pernik yang akan letta kenakan hanya menggunakan gaun biasa dengan mahkota bunga yang Letta kenakan tidak banyak tuntutan yang Letta berikan kepada Abian mem

